Wednesday, December 10, 2008

PROGRAM PELAYANAN OKUPASI TERAPI PADA AREA TUMBUH KEMBANG DI RSU PURWOREJO

PROGRAM PELAYANAN OKUPASI TERAPI
PADA AREA TUMBUH KEMBANG
DI RSU PURWOREJO







Oleh :
Fahrudin




PURWOREJO
2008
PROGRAM PELAYANAN OKUPASI TERAPI
PADA AREA TUMBUH KEMBANG
DI RSU PURWOREJO


I. PENDAHULUAN
Seiring dengan kemajuan jaman, seiring pula dengan bertambahnya berbagai gangguan pada anak. Anak-anak yang mengalami gangguan memerlukan bantuan khusus atau lebih dibandingkan dengan anak normal. Oleh karena itu, pelayanan rumah sakit hendaknya ditingkatkan secara optimal dalam memberikan pelayanan terhadap pasien. Instalasi Rehabilitasi Medik (IRM) sebagai salah satu bagian dari rumah sakit yang memberikan pelayanan, hendaknya mengoptimalkan tenaga kesehatan di dalamnya. Dan salah satu tenaga rehab medik yang perlu disempurnakan adalah pelayanan okupasi terapi.
Pelayanan okupasi terapi pada area tumbuh kembang sangat berperan dalam peningkatan kemampuan kognitif, memori, sensorik, komunikasi/bahasa dan perilaku. Dengan demikian, anak yang mengalami gangguan perkembangan dapat berkembang seperti anak normal lain, yang akhirnya dapat mencetak Sumber Daya Manusia yang bermutu.

II. MAKSUD DAN TUJUAN
Dengan adanya pelayanan okupasi terapi di RSU Purworejo maka akan :
1. Menyempurnakan tim pelayanan Instalasi Rehab Medik (IRM).
2. Memberikan pelayanan di bidang tumbuh kembang secara optimal yang meliputi sensorik, motorik, kognitif, ketrampilan sosial maupun perilaku.
3. Menjadikan pelayanan unggulan di bidang tumbuh kembang anak.



III. ANALISIS KAJIAN
Setelah dilakukan pengkajian dapat diketahui bahwa belum ada pelayanan Okupasi Terapi bagian Instalasi Rehab Medik di RSU Purworejo ini.

IV. URAIAN DAN PELAKSANAAN PROGRAM
Pelayanan diberikan baik secara individu maupun berkelompok atau group. Dengan frekuesi pelayanan setiap hari atau sesuai dengan kondisi pasien, durasi setiap sesi kurang lebih 30-45 menit. Dalam memberikan program-program ini, Okupasi Terapis mendesain sebuah aktivitas yang bersifat terapeutik atau bertujuan. Adapun program yang diberikan meliputi:
a. Program Kognitif
Pelaksanaan program ini terdiri dari beberapa komponen, antara lain;
1. Arousal
Pasien dilatih untuk memberikan respon secara konsisten pada sensori input, misal; membuka mata, gerakan mata mengikuti suatu benda.
2. Orientasi
Pasien dilatih untuk mengidentifikasi orang, tempat dan waktu serta situasi.
3. Attending Behaviour
Pasien dilatih untuk memfokuskan perhatian pada objek/target di lingkungan sekitar
4. Recognition (pengenalan)
Pasien dilatih untuk dapat mengenal suatu objek, wajah, dan lainnya yang sebelumnya sudah diperlihatkan.
5. Memori
Pasien dilatih untuk memanggil kembali informasi yang sudah diberikan pada waktu yang sebentar atau yang sudah lama tersimpan.
6. Kategorisasi
Pasien dilatih untuk mengkategorikan objek dan konsep.


7. Concept formation
Pasien dilatih untuk membayangkan kualitas serta arti dari suatu objek atau peristiwa kemudian menggambarkannya kualitas dan arti tersebut pada semua objek atau peristiwa yang tepat.
8. Sequencing
Pasien dilatih dalam menyusun informasi atau objek menurut peraturan yang khusus, atau kemampuan untuk menyusun informasi atau objek dengan cara yang logis.
9. Problem Solving
Pasien dilatih untuk mengenal masalah, menjabarkan masalah, mengidentifikasi alternatif rencana, memilih rencana, menyusun tahap-tahap perencanaan, mengerjakan rencana tersebut, serta mengevaluasi hasil.
10. General Learning
Pasien dilatih untuk dapat menerima informasi, peraturan-peraturan, strategi-strategi dalam mempelajari sesuatu dan menerapkannya pada situasi yang mirip secara tepat.
11. Integration of Learning
Pasien dilatih untuk dapat menerapkan konsep dan perilaku yang sebelumnya sudah dipelajari ke dalam situasi yang baru.
12. Synthesis of Learning
Pasien dapat menerapkan konsep dan perilaku yang dipelajari sebelumnya ke dalam situasi yang baru.
b. Program Sensorik
Program ini meliputi komponen-komponen antara lain;
1. Sensori awareness : pasien dilatih unruk dapat menerima, mendeteksi, megorientasi, dan melokasikan sensori.




2. Proses sensori, yang meliputi;
a. Tactile
Pasien dilatih untuk dapat menganalisa, membedakan serta melokasikan rangsangan dari reseptor sentuhan pada kulit termasuk membedakan jari-jari.
b. Propioceptive
Pasien dilatih untuk menginterprestasikan rangsangan dari otot-otot, sendi serta jaringan-jaringan lain di dalam yang berhubungan dengan posisi dari bagian anggota tubuh dengan lainnya.
c. Vestibular
Pasien dilatih dalam mengiterpretasikan stimuli dari reseptor bagian dalam telinga tentang posisi dari kepala ke badan, kepala ke arah vertikal, akselerasi dan deselerasi.
d. Visual
Pasien dilatih untuk menginterprestasikan, membedakan, dan melokalisasi rangsangan lewat mata termasuk penggunaan peripheral dan fokus ketajaman mata dalam respon terhadap sinar atau gelap, fiksasi, tracking dan scanning.
e. Auditory
Pasien dilatih menginterprestasikan, membedakan, melokalisasi rangsangan dari reseptor-reseptor auditory di dalam telinga.
f. Gustatory
Pasien dilatih untuk menginterprestasikan, membedakan, melokalisasi dari reseptor-reseptor rasa di mulut.
g. Olfactory
Pasien dilatih menginterprestasikan, membedakan, dan menempatkan rangsangan dari reseptor-reseptor pembauan di dalam hidung.
h. Temperatur
Pasien dilatih menginterprestasikan, membedakan, dan menempatkan rangsangan dari reseptor-reseptor suhu di kulit.
i. Vibration (getaran)
Pasien dilatih dalam menginterprestasikan, membedakan dan menempatkan rangsangan dari reseptor-reseptor getaran di dalam kulit.
3. Keterampilan sensori, yang meliputi;
a. Stereognosis
Pasien dilatih untuk dapat mengidentifikasi suatu objek (ukuran, bentuk, tekstur) melalui sentuhan.
b. Graphestesia
Pasien dilatih untuk dapat mengidentifikasi simbol-simbol atau bentuk tulisan melalui sentuhan pada kulit.
c. Kinesthesia
Pasien dilatih untuk dapat mengidentifikasi arah dan tujuan gerakan sendi.
d. Body Scheme
Pasien dlatih untuk dapat menghubungkan internal awareness dengan bagian tubuh-tubuh lainnya, termasuk membedakan bagian kanan dan kiri serta membedakan bagian-bagian tubuh.
e. Form Constancy
Pasien dapat mengenal bentuk-bentuk dan objek pada berbagai jenis, posisi dan ukuran secara keseluruhan.
f. Spatial Relationship
Pasien dilatih untuk dapat menerima dirinya dalam hubungannya dengan objek lain atau oebjek yang berhubungan dengan dirinya.
g. Orientasi Thopografik
Pasien dilatih untuk dapat menentukan lokasi objek melalui rute lokasi yang diberikan.
h. Visual Closure
Pasien dilatih untuk dapat mengidentifikasi objek atau bentuk yang tidak lengkap.

i. Figure Ground
Pasien dilatih untuk dapat membedakan bagian depan dan belakang dari suatu objek.
c. Program Motorik
Pelaksanaan program ini meliputi berbagai komponen sebagai berikut;
1. Kematangan reflek;
Pasien dilatih untuk mematangkan reflek primitif dan integrasi sensori.
2. Range of Motion (Lingkup Gerak Sendi);
Pasien dilatih untuk dapat menggerakan semua sendi dalam batas normal.
3. Muscle tone (tonus otot), kekuatan, dan endurance (daya tahan);
Pasien dilatih untuk dapat memperoleh kembali tonus yang normal, meningkatkan kekuatan otot, serta meningkatkan durasi ketahanan otot.
4. Kontrol postural;
Pasien dilatih untuk dapat mempertahankan posisi dan kelurusan dari kepala, leher, trunk dan kelurusan ekstremitas saat dilakukan reaksi equilibrium.
5. Perkembangan motorik kasar;
Pasien dilatih untuk dapat melakukan gerakan motorik kasar seperti; berguling, duduk, berdiri, berlari, skipping, loncat dll.
6. Koordinasi motorik kasar;
Pasien dilatih untuk menggunakan group otot yang besar untuk mengontrol gerakan seperti bilateral standing, reciprocal leg movement dalam bersepeda, melempar bola, dan menangkap bola.
7. Koordinasi motorik halus; manipulasi, dan ketangkasan;
Pasien dilatih untuk dapat mengontrol gerakan seperti; mengambil pulpen, menulis surat, memutar mur dan baut.
8. Hand Skills;
Pasien dilatih untuk dalam melakukan dan mempertahankan fungsi tangan dalam hal pola memegang (grasp pattern).
d. Program Psikososial
Pelaksanaan program ini meliputi;
1. Keterampilan psikologi;
Pasien dilatih untuk memiliki identitas diri, konsep diri, mood yang baik, minat, inisiasi aktivitas, terminasi aktivitas, stres manajemen, kontrol diri, kemampuan diri yang realistis, dan ekspresi diri.
2. Keterampilan sosial;
Pasien dilatih untuk dapat berinteraksi dengan baik, bersosialisasi, memiliki peran yang sesuai, berparitisipasi dalam group, serta hubungan interpersonal.

e. Terapi Group
Pelaksanaan program terapi group ini adalah melatih pasien, khususnya pada komponen-komponen sebagai berikut;
1. Hubungan sosial
Pasien dilatih untuk dapat berinteraksi menggunakan kesopanan, kontak mata, gerak-gerik, mendengar, serta ekspresi diri yang tepat dan benar dalam berhubungan dengan aktivitas-aktivitas sosial.
2. Sosialisasi dan percakapan
Pasien dilatih untuk dapat menggunakan verbal dan nonverbal komunikasi dalam berinteraksi di dalam berbagai kegiatan sosial.
3. Perilaku peran
Pasien dilatih untuk dapat mengidentifikasi peran-peran yang dapat diterima oleh masyarakat/sosial.
4. Dyadic interaction (hubungan satu – satu)
Pasien dilatih untuk dapat memelihara dan berpartisipasi dalam hubungan one to one, berupa kerjasama dengan satu orang dalam menyelesaikan suatu aktivitas.
5. Interaksi antar group
Pasien dilatih untuk dapat berinteraksi dengan berbagai group yang berbeda.
V. SARANA PENDUKUNG
Sebagai penunjang kesuksesan pelaksanaan program pelayanan Okupasi Terapi pada area tumbuh kembang, maka diperlukan berbagai sarana pendukung. Adapun sarana pendukung yang dibutuhkan antara lain;
a. Ruangan;
Diperlukan untuk tempat pelaksanaan terapi, disarankan ruangan berbentuk hall guna pelaksanaan group terapi, serta ruangan yang lebih kecil untuk terapi individu.
b. Tenaga pendukung, meliputi; dokter anak, fisioterapi, psikologi, perawat, dan dokter rehab medis.
c. Jadwal pelayanan okupasi terapi;
Jadwal pelayanan dilakukan setiap hari pada jam kerja atau sesuai dengan kondisi dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit. Pemberian terapi dapat dilakukan secara berkelompok maupun secara individu. Sehingga dalam pemberian pelayanan, jadwal direncanakan sebagai berikut;
1. Hari Senin – Kamis untuk pelaksanaan terapi individu.
2. Hari Jum’at – Sabtu untuk pelaksanaan terapi kelompok.
Untuk pasien yang baru datang antara Hari Senin s.d. Hari Kamis, maka pasien langsung mendapat penanganan terapi individu. Sedangkan bagi pasien baru yang datang di Hari Jum’at dan Hari Sabtu, maka pasien tersebut tetap dimasukkan dalam group (menjalani observasi dan pemeriksaan), artinya pasien baru tersebut tidak diikutkan materi group secara khusus, namun sekedar pengenalan.








Sedangkan jadwal Pelayanan Okupasi Terapi Tumbuh Kembang sebagai berikut;
No. Hari Materi Pelaksanaan Komponen yang dievaluasi

1. Senin s.d. Kamis Sesuai dengan kondisi pasien Terapi individu Sesuai dengan pelaksanaan terapi
2. Jum’at  Play therapy
 Hand skill  Bermain bersama
 Latihan keseimbangan
 Postur control
 Menggunting
 Mewarnai
 Melipat  Kognitif
 Motorik
 Sensorik
 Social skill

3. Sabtu  Music Therapy Sosialisasi, komunikasi audio visual menggunakan media televisi, VCD, alat musik  Kognitif
 Motorik
 Sensorik
 Social skill
d. Kerjasama dengan sekolah-sekolahan baik prasekolah/tingkat dasar di Purworejo. Pemberian informasi dapat berupa pemberian brosur atau pamflet. Tujuan kerjasama pelayanan tumbuh kembang berbentuk;
1. Melakukan deteksi dini pada perkembangan anak.
2. Pemberian layanan tumbuh kembang bagi siswa-siswa yang memerlukan, artinya bagi anak yang mengalami keterlambatan perkembangan difasilitasi agar berkembang ke arah yang normal. Sedangkan bagi anak yang perkembangannya cenderung stabil pelayanan yang diberikan bersifat memaksimalkan kemampuan anak.
e. Media terapi
Sebagai penunjang pelaksana pelayanan okupasi terapi, maka diperlukan beberapa media/alat terapi. Sedangkan alat-alat yang dibutuhkan antara lain seperti yang tertera pada tabel di bawah ini;

Daftar Media Layanan Terapi yang Dibutuhkan Dalam Pengadaan Pelayanan Okupasi Terapi Di RSU Purworejo


a) Alat Media terapi
No. Nama alat Jumlah
1.
2.
3.
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
Balok keseimbangan
Matras
Guling
Bola bobath besar
Bola karet
Standing Table
Puzzle angka 1-10
Puzzle Warna
Puzzle Gambar
Puzzle Huruf
Puzzle tubuh manusia
Puzzle wajah
Kartu Huruf
Kartu bergambar (hewan, buah, profesi dll)
Kartu gambar aktivitas keseharian
Peg board
Tic Tac Toe
Donat susun
Malam ped
Balok bangunan
Ayunan (Hammock)
Manik-manik
Shoe Laces
Meja Terapi
Hola Hop
Televisi
VCD Player 1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 paket
1 paket
1 paket
1 buah
1 buah
1 buah
2 paket
1 paket
1 buah
1 buah
1 buah
2 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
1 buah
3 buah
1 buah
1 buah






Pada hakikatnya kebutuhan media atau alat terapi disesuaikan dengan keadaan atau kondisi rumah sakit.

b) Peralatan ruangan
1. Meja tulis : 1 buah
2. Meja anak : 1 buah
3. Alat tulis : 1 paket
4. Alat-alat kantor : 1 paket
5. Kursi besar : 3 buah
6. Kursi kecil : 2 buah
7. Cermin : 1 buah
8. White board dan spidol : 1 buah
9. Lemari : 1 buah


VI. PENUTUP
Demikian proposal pengadaan program pelayanan okupasi terapi pada area tumbuh kembang di RSU Purworejo kami buat. Besar harapan kami untuk terkabulnya permohonan ini. Atas terkabulnya permohonan ini, kami ucapkan terima kasih.

Purworejo, 14 April 2008



Fahrudin








No comments: